| WISDOM INTEGRITY EXCELLENCE ELLEGANT RELIGION | COMMITMENT CONSEQUENT COOPERATIVE COMPETITIVE CREATIVE |
| 7 K KETETERTIBAN, KEAMANAN, KESEHATAN, KEBERSIHAN, KEINDAHAN, KERINDANGAN & KEKELUARGAAN | |
Pengumuman
PENGUMUMAN KBM untuk kelas XI dan XII dimulai pada Hari senin, 12 Juli 2010. untuk...
Pengumuman Hasil Seleksi Tahap Akhir
PENGUMUMAN UNTUK CALON SISWA YANG LULUS TES TAHAP AKHIR (Psikotes, Komputer, Wawancara...
Pengumuman Hasil Seleksi Tes Akademik
PENGUMUMAN UNTUK CALON SISWA YANG LULUS TES AKADEMIK Hasil tes Akademik dapat...
Pengumuman Hasil Seleksi PPDB SMAN 70 JAKARTA
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI ADMINISTRASI TAHAP 1 pengumuman hasil seleksi dapat di download...
TATACARA PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU SMA NEGERI 70 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2010-2011
TATA CARA PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU SMAN 70 JAKARTA Calon siswa mengisi format...
Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar Berbasis Web
SMAN 70 Jakarta mengadakan Pelatihan Penyusunan Bahan Ajar berbasis Web atau dikenal...
Pelatihan Guru Penyemai Potensi gelombang ke-3
SMA Negeri 70 Jakarta mengadakan pelatihan guru penyemai potensi yang bekerjasama...
Bulungan Cup XI
Bulungan Cup untuk yang ke-11 kalinya diadakan oleh SMAN 70 Jakarta dan selama satu...
SMAN 70 Bantah Tuduhan Korupsi
Ketua Panitia Kegiatan Studi Wisata Lintas Kurikulum Siswa Kelas XI Akselerasi SMA...
Siswa Berprestasi
Torehan prestasi bidang akademis dan non akademis banyak dicapai siswa SMAN 70 Jakarta...
| SMAN 70 Bantah Tuduhan Korupsi |
|
|
|
Sisa Iuran DikembalikanRabu, 2 Desember 2009 Ketua Panitia Kegiatan Studi Wisata Lintas Kurikulum Siswa Kelas XI Akselerasi SMA Negeri 70 Bulungan, Jakarta Selatan, Lulu Winarti, Selasa (2/12) membantah pengakuan salah satu orangtua siswa Agus Miftach yang mencurigai adanya tindak korupsi dalam kegiatan studi wisata ke Daerah Istimewa Yogyakarta yang dilakukan beberapa waktu lalu. Sebelumnya, Agus menduga kepala sekolah dan sekitar 15 guru mendapat tambahan penghasilan sebesar Rp 43.050.000 yang dibagikan kepada sesama mereka. Pasalnya, menurut Agus, biaya studi wisata yang dikenakan sekolah, yakni Rp 1.550.000 per siswa sangat tidak wajar karena biaya sebenarnya hanya Rp 689.000, sedangkan siswa ada 50 orang. "Apa yang ditulis Pak Agus itu merupakan kebohongan dan fitnah belaka. Studi wisata ini bertujuan agar siswa mendapat pengalaman belajar secara nyata bukan teoretis saja. Selain itu, biaya yang dikenakan sudah sesuai dengan apa yang diperlukan siswa. Malah, ada kelebihan biaya sebesar Rp 150.000 per siswa dan itu sudah dikembalikan kepada setiap siswa," ujar Lulu. Dikatakan, biaya sebesar itu juga digunakan pihak sekolah untuk menyubsidi siswa kurang mampu yang ikut studi wisata. Menurut Lulu, ada sejumlah siswa yang hanya membayar Rp 500.000 hingga gratis. Meskipun ada catatan nama-nama siswa penerima subsidi silang, Lulu tidak memperlihatkannya dengan alasan disimpan bendahara studi wisata. Pihak sekolah juga memaparkan perincian biaya studi wisata itu tertera seluruh biaya akomodasi siswa sejak tanggal 11 hingga 15 November sebesar Rp 1.400.000. Pihak sekolah juga mengatakan, memiliki fotokopi kuitansi pembayaran tiket hingga biaya parkir. Tetapi, lagi-lagi fotokopi itu tidak ditunjukkan. "Rasanya tidak etis menunjukkan itu di sini. Tetapi, bila orangtua atau Diknas meminta akan kami berikan. Semua tersimpan dengan baik di sekolah," ujarnya. Lulu juga mengaku heran dengan pernyataan Agus karena menurutnya, seluruh orangtua siswa setuju dengan kegiatan studi wisata itu. Bahkan, imbuhnya, biaya yang dikenakan kepada siswa sudah melalui rapat dengan orangtua. Sumber: Suara Pembaruan |






